Jumat, 11 Oktober 2013

SEGMENTASI PASAR DAN ANALISIS DEMOGRAFI

·         Pengertian Segmentasi Pasar

      Pengertian segmentasi pasar adalah kegiatan membagi suatu pasar menjadi kelompok – kelompok pembeli yang memiliki kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang berbeda yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang berbeda.

·         Manfaat dan Kelemahan Segmentasi Pasar

      Banyak perusahaan yang melakukan segmentasi pasar atas dasar pengelompokkan variable tertentu. Dapat dikatakan bahwa dengan mensegmentasikan pasar, perusahaan mempunyai motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat penjualan, dan agar operasi perusahaan dalam jangka [anjang dapat berkelanjutan dan kompetitif. 
Manfaat lain dari segmentasi pasar adlah :
-          Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
-          Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
-          Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang  paling efektif.
-          Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen pasar yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
-          Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode – periode dimana reaksi pasar cukup besar.

·         Syarat Segmentasi Pasar

Ada beberapa syarat segmentasi pasar yang efektir, yaitu :
-          Dapat diukur
-          Dapat dicapai
-          Cukup besar atau cukup menguntungkan
-          Dapat dibedakan
-          Dapat dilaksanakan

·         Analisis Demografi

Segmentasi demografi adalah cara segmentasi yang paling popular sebagai dasar untuk membagi kelompok pelanggan.  Pada umumnya, pelanggan memiliki keterkaitan erat dengan variable – variable demograsi seperti pendapatan dan usia. Segmentasi demografi terdiri dari membagi pasar ke dalam kelompok berdasarkan variable seperti berikut :
-          Umur
-          Tahap siklus hidup
-          Gender
-          Penghasilan
-          Kelas social
-          Gaya hidup
Data demografi dapat digunakan untuk mengidentifikasikan karateristik populasi untuk menentukan siapa pelanggan potensial, dan menentukan area geografis dimana mereka menetap.  Informasi ini dapat digunakan untuk usaha pemasaran produk/jasa, bagaimana mengiklankannya, serta bagaimana perilaku pembelian mereka.  Data ini umumnya digunakan oleh bisnis untuk mengidentifikasikan target pasar bagi barang dan jasa mereka.

Referensi :
-          http://www.wikipedia.com
-          Modul universitas terbuka tahun 1999
-          http://ayankvoice.wordpress.com/2012/10/14/segmentasi-pasar-dan-analisis-demografi/
Bottom of Form

Jumat, 04 Oktober 2013

PERILAKU KONSUMEN

A. Pengertian 
 
            Kali ini, saya akan mencoba membahas mengenai Perilaku Konsumen.  Dalam dunia bisnis, khususnya di bidang pemasaran, pemahaman mengenai perilaku konsumen sangatlah penting.  Menurut Engel, et al (1994), perilaku konsumen adalah suatu tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasui keputusan mendahului dan menyusuli tindakan ini.  Terdapat dua elemen penting dari arti perilaku konsumen, yaitu : proses pengambilan keputusan, serta kegiatan fisik yang melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan, dan menggunakan barang dan jasa ekonomis.
            Sementara itu, pengertian dari Perilaku Konsumen sendiri adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.  Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen uuntuk membuat keputusan pembelian.

B.     Pemikiran yang Benar Mengenai Konsumen

Konsumen adalah seseorang atau sekelompok prang uang membeli suatu produk untuk dipakai sendiri ataupun untuk dijual kembali.  Konsumen dapat merupakan seorang individu atau organisasi, mereka memiliki peran yang berbeda dalam perilaku konsumsi, mereka berperan sebagai intiator, buyer, payer, dan user.  Oleh karena itu, sebagai produsen yang memiliki prinsip holistic marketing adalah seharusnya memperhatikan dengan baik, apa yang seharusnya menjadi hak-hak bagi konsumen. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan mengenai konsumen, diantaranya :
-         Konsumen adalah raja
-         Motivasi dan perilaku konsumen dapat dimengerti melalui penelitian
-         Perilaku konsumen dapat dipengaruhi melalui kegiatan persuasive
-         Bujukan dan pengaruh konsumen memiliki hasil yang menguntungkan secara social.


C.    Penelitian Konsumen Sebagai Suatu Bidang yang Diamis

Perilaku konsumen dikatakan dinamis karena proses berpikir, merasakan, dan aksi dari setiap konsumen, kelompok konsumen selalu berubah secara konstan.  Sifat yang dinamis demikian menyebabkan pengembangan strategi pemasaran menjadi sangat menantang sekaligus sulit.  Suatu strategi dapat berhasil pada suatu saat dan tempat tertentu, tetapi gagal pada saat dan tempat lain.  Karena itu, suatu perusahaan harus senantiasa melakukan inivasi – inovasi secara berkala untuk meraih konsumennya.

Jumat, 28 Juni 2013

Lembaga, Sifat-Sifat dan Asas - Asas Ketahanan Nasional



LEMBAGA KETAHAN NASIONAL

Lembaga Ketahanan Nasional, disingkat Lemhannas, adalah Lembaga Pemerintah Non Kementerian Indonesia yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pendidikan pimpinan tingkat nasional, pengkajian strategik ketahanan nasional dan pemantapan nilai-nilai kebangsaan.

Lembaga Pertahanan Nasional berdiri pada tanggal 20 Mei 1965 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1964, dan berada langsung di bawah Presiden. Pada tahun 1983, lembaga ini berubah nama menjadi Lembaga Ketahanan Nasional, yang berada di bawah Panglima ABRI. Pada tahun 1994 lembaga ini berada langsung di bawah Menteri Pertahanan dan Keamanan. Tahun , Lemhannas merupakan Lembaga Pemerintah Non Departemen yang bertanggung jawab kepada Presiden. Sejak tahun 2006, berdasarkan Perpres No. 67 Tahun 2006, mengingat beban dan tanggung jawab lembaga, maka jabatan Gubernur Lemhannas disejajarkan dengan Jabatan Menteri.


Sifat-sifat ketahanan Nasional
• Mandiri, artinya ketahanan nasional bersifat percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri dengan keuletan dan ketangguhan yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah serta bertumpu pada identitas, integritas, dan kepribadian bangsa.  Kemandirian ini merupakan prasyarat untuk menjalin kerja sama yang saling menguntungkan dalam perkembangan global.

• Dinamis, artinya ketahanan nasional tidaklah tetap, melainkan dapat meningkat ataupun menurun bergantung pada situasi dan kondisi bangsa dan negara, serta kondisi lingkungan strategisnya. Hal ini sesuai dengan hakikat dan pengertian bahwa segala sesatu di dunia ini senantiasa berubah. Oleh sebab itu, uapaya peningkatan ketahanan nasional harus senantiasa diorientasikan ke masa depan dan dinamikanya di arahkan untuk pencapaian kondisi kehidupan nasional yang lebih baik.

• Manunggal, artinya ketahanan nasional memiliki sifat integratif yang diartikan terwujudnya kesatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi, dan selaras di antara seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

• Wibawa, artinya ketahanan nasional sebagai hasil pandangan yang bersifat manunggal   dapat   mewujudkan   kewibawaan   nasional   yang   akan diperhitungkan oleh pihak lain sehingga dapat menjadi daya tangkal suatu
negara. Semakin tinggi daya tangkal suatu negara, semakin besar pula kewibawaannya.
 
• Konsultasi dan kerjasama, artinya ketahanan nasional Indoneisa tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan antagonis, tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik semata, tetapi lebih pada sifat konsultatif dan kerja sama serta saling menghargai dengan mengandalkan pada kekuatan moral dan kepribadian bangsa.


Asas-asas Ketahanan Nasional

        Asas ketahanan nasional adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasil, UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. Asas-asas tersebut adalah sebagai berikut:
 
a) . Asas kesejahtraan dan keamanan Asas ini merupakan kebutuhan yang sangat mendasar dan wajib dipenuhi bagi individu maupun masyarakat atau kelompok. Dengan demikian, kesejahteraan dan keamanan merupakan asa dalam sistem kehidupan nasional. Tanpa kesejateraaan dan keamanan, sesitem kehidupan nasional tidak akan dapat berlangsung. Kesejahteraan dan keamanan merupakan nilai intrinsik yang ada pada sistem kehidupan nasuional itu sendiri. Kesejahtrean maupun keamanan harus   selalu   ada,   berdampingan   pada   kondisi   apa   pun.Dalam kehidupan nasional, tingkat kesejahteraan dan keamanan nasional yang dicapai merupakan tolok ukur Ketahanan Nasional.

b). Asas Mawas ke Dalam da Mawas ke LuarSistem kehidupan nasional merupakan perpaduan segenap aspek kehidupan bangsa yang saling berinteraksi. Di samping itu, sistem kehidupan nasional juga berinteraksi dengan linkungan sekelilingnya. Dalam proses interaksi tersebut dapat timbul berbagai dampak baik yang bersifat positif maupun negatif. Untuk itu diperlukan sikap mawas ke dalam maupun keluar.
       Mawas ke dalam bertujuan menumbuhkan hakikat, sifat, dan kondisi kehidupan nasional itu sendiri berdasarkan nilai-nilai kemadirian yangproporsional untuk meningkatkan kualitas derajat kemandirian bangsa yang ulet dan tangguh. Mawas ke luar bertujuan untuk dapat mengantisipasi dan berperan serta mengatasi dampak lingkungan stategis luar negeri dan menerima kenyataan   adanya   interaksi   dan   ketergantungan   dengan   dunia internasional.

c). Asas kekeluargaan
Asas ini bersikap keadilan, kebersamaan, kesamaan, gotong royong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam hal hidup dengan asas kekeluargaan ini diakui adanya perbedaan,   dan   kenyataan   real   ini   dikembangkan   secara   serasi   dalam kehidupan kemitraan dan dijaga dari konflik yang bersifat merusak/destruktif.

d). Asas Komprehensif Integral atau Menyeluruh Terpadu
Sistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan bangsa dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi dan selaras   pada   seluruh   aspek   kehidupan   bermasyarakat,   berbangsa   dan bernegara.   Ketahanan   Nasional   mencakup   ketahanan   segenap   aspek kehidupan  bangsa secara utuh, menyeluruh  dan terpadu (komprehensif intergral).

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Lembaga_Ketahanan_Nasional`
http://hyrra.wordpress.com/2012/04/29/sifat-dan-asas-ketahanan-nasional/

Selasa, 25 Juni 2013

Pengertian dan Asas-asas Ketahanan Nasional


A.      PENGERTIAN KETAHANAN NASIONAL INDONESIA
Rumusan Ketahanan Nasional yang baku sangat diperlukan dalam menghadapi dinamika perkembangan dunia dari masa ke masa. Rumusan ketahanan nasional sebagai dasar penerapan harus mempunyai pengertian baku agar semua warga Negara mengerti serta memahaminya .  Adapun pengertian baku yang diperlukan adalah :
Ketahanan Nasional (Tannas) Indonesia adalah kondisi dinamis bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi. Tannas berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantanga, ancaman ,hambatan , dan gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam dan untuk menjamin identitas , integritas , kelangsungan hidup bangsa dan Negara , serta perjuangan mencapai tujuan nasionalnya .
Dalam pengertian tersebut , Ketahanan Nasional adalah kondisi kehidupan nasional ang harus di wujudkan . Kondisi kehidupan tersebut sejak dini dibina secara terus menerus dan sinergis mulai dari pribadi , keluarga , lingkungan , daerah dan nasional.proses berkelanjutan untuk mewujudkan kondisi tersebut di lakukan berdasarkan pemikiran geostrategi berupa konsepsi yang di rancang dan di rumuskan dengan memperhatikan kondisi bangsa dan konstelasi geografi ndonesia. Konsepsi tersebut dinamakan konsepsi ketahanan nasional Indonesia.

B.      Asas-asas Tannas Indonesia
Asas ketahanan nasional Indonesia adalah tata laku berdasarkan nilai nilai pancasila , uud 45 , dan wawasan nusantara , yang terdiri dari
1.       Asas kesejahteraan dan keamanan
Kesejahteraan dan keamanan dapat di bedakan tetapi tidak dapat dipisahkan dan merupakan kebutuhan manusia yang mendasar dan esensial. Dengan demikian , kesejahteraan dan keamanan merupakan asas dalam sistem kehidupan nasional tanpa kesejahteraan dan keamanan , sistem kehidupan nasional tidak akan dapat berlangsung. Kesejahteraan dan keamanan merupakan nilai interinsik yang ada pada kehidupan nasional itu sendiri. Kesejahteraan maupun keamanan harus selalu ada , berdampingan pada kondisi apapun.
Dalam kehidupan nasional , tingkat kesejahteraan dan keamanan nasional yang di capai merupakan tolak ukur ketahanan nasional.

2.       Sistem Komprehensif Integral atau Menyeluruh Terpadu
Sistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan bangsa dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi, dan selaras pada seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.  Ketahan nasional mencakup ketahanan segenap aspek kehidupan bangsa secara uttuh, menyeluruh, dan terpadu (komprehensif integral).


3.       Asas Mawas ke Dalam dan Mawas ke Luar
Sistem kehidupan nasional juga berinteraksi dengan lingkungan sekelilingnya.  Dalam proses interaksi tersebut dapat timbul berbagai dampak, baik yang bersifat positif maupun negative.  Untuk itu diperlukan sikap mawas ke dalam maupun keluar.
a.       Mawas ke Dalam
Mawas ke dalam bertujuan menumbuhkan hakikat, sifat, dan kondisi kehidupan nasional itu sendiri berdasarkan nilai-nilai kemandirian yang proporsional untuk mningkatkan kualitas derajat kemandirian bangsa yang ulet dan tangguh.  Hal ini tidak berarti bahwa ketahanan nasional mengandung sikap isolasi atau nasionalisme yang sempit.
b.      Mawas ke Luar
Mawas ke luar bertujuan untuk dapat mengantisipasi dan berperan serta mengatasi dampak  lingkungan strategis luar negri dan menerima kenyataan adanya interaksi dan ketergantungan dengan dunia internasional.  Kehidupan nasional harus mampu mengembangkan kekuatan nasional untuk memberikan dampak ke luar dalam bentuk daya tangkal dan daya tawar.  Interaksi dengan pihak lain diutamakan dalam bentuk kerjasama yang saling menguntungkan.

4.       Asas Kekeluargaan
Asas kekeluargaan mengandung keadilan, kearifan, keersamaan, kesamaan, gotong royong, tenggang rasa, dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.  Asas ini mengakui adanya perbedaan.  Perbedaan tersebut harus dikembangkan secara serasi dalam hubungan kemitraan agar tidak berkembang menjadi konflik yang bersifat saling menghancurkan.

Sumber : Pendidikan Kewarganegaraan, S. Sumarsono, Gramedia, 2005